{"id":19177,"date":"2023-10-06T13:21:42","date_gmt":"2023-10-06T06:21:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/?p=19177"},"modified":"2025-09-18T16:06:56","modified_gmt":"2025-09-18T09:06:56","slug":"apa-itu-call-to-action-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/apa-itu-call-to-action-2\/","title":{"rendered":"Apa itu Call To Action? Kata Singkat yang Bikin Audiens Tertarik!"},"content":{"rendered":"<p><b>Apa itu Call to Action \u2013 <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam pemasaran digital yang kian kompetitif, mendatangkan audiens ke website, media sosial, sampai melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">add to cart<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketing goals<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang harus bisa dicapai. Namun, untuk mewujudkannya terkadang tidak mudah. Jika kamu sudah memiliki konten yang baik atau produk yang inovatif, tetapi jika audiens tidak mendapat arahan yang jelas terkait bagaimana mendapat info lengkap atau langsung melakukan pembelian, maka mereka akan datang dan pergi begitu saja. Inilah peran krusial dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Call To Action Button <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(CTA)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">CTA adalah kata singkat yang menghubungkan ketertarikan audiens dengan tujuan marketing sebuah brand. Artikel ini akan membedah tuntas, mulai dari pengertian dasar, hingga strategi optimasi CTA, untuk membantu kamu menciptakan CTA yang bisa menghasilkan konversi nyata.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Call To Action? (CTA)<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Call to Action<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (CTA), atau dalam bahasa Indonesia disebut &#8220;Ajakan Bertindak,&#8221; adalah sebuah instruksi, gambar, atau teks yang dirancang untuk memancing respons langsung dari audiens. Tujuannya adalah untuk mengarahkan pengunjung melakukan tindakan spesifik yang kamu inginkan.<\/span><\/p>\n<p><b>CTA tidak selalu berbentuk tombol. Ia bisa hadir dalam berbagai format, seperti:<\/b><\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><b>Tombol CTA<\/b><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Format paling umum, seperti &#8220;Beli Sekarang,&#8221; &#8220;Daftar Gratis,&#8221; atau &#8220;Unduh E-book.&#8221;<\/span><\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><b>Teks dengan Hyperlink<\/b><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat dalam artikel yang mengarahkan audiens ke halaman lain, contohnya \u201cBaca juga panduan lengkap menuju halaman promo atau produk\u201d<\/span><\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><b>Gambar atau Banner<\/b><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Visual yang dapat diklik untuk menuju halaman promo atau produk<\/span><\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><b>Formulir<\/b><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ajakan untuk mengisi data, seperti \u201cBerlangganan Newsletter\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada intinya, setiap elemen di platform digital yang meminta audiens untuk &#8220;melakukan sesuatu&#8221; adalah sebuah CTA.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-19190 size-large\" src=\"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/table-920x443.png\" alt=\"apa itu cta\" width=\"920\" height=\"443\" srcset=\"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/table-920x443.png 920w, https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/table-620x298.png 620w, https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/table-1536x739.png 1536w, https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/table-2048x986.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 920px) 100vw, 920px\" \/><\/p>\n<h2><b>Fungsi CTA dalam Digital Marketing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengabaikan CTA sama halnya seperti membuka toko tanpa ada pintu masuk atau kasir. Banyak pengunjung yang masuk, tertarik, melihat-lihat, tetapi tidak tahu harus kemana atau bagaimana cara membeli produk dalam toko tersebut. Berikut adalah tiga fungsi CTA dalam dunia digital marketing<\/span><\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><b>Mengarahkan Audiens Ke Tujuan Marketing<\/b><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">CTA berfungsi sebagai pemandu. Ia akan memberitahu audiens langkah selanjutnya yang harus diambil dalam perjalanan digial mereka (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital customer journey<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), entah itu membaca artikel lain, mengisi formulir, melanjutkan lewat chat WhatsApp, atau langsung melakukan pembelian di website.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><b>Meningkatkan Konversi dan Penjualan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">CTA yang efektif adalah mesin utama konversi. Perubahan kecil pada kata-kata, warna, atau penempatan tombol CTA dapat meningkatkan jumlah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">leads<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. pelanggan newsletter, dan meningkatkan penjualan secara signifikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><b>Mengukur Keberhasilan Kampanye Marketing<\/b><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan melacak berapa banyak orang yang meng-klik CTA, kita bisa menghitung jumlah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">click through rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (CTR) pada sebuah kampanye digital marketing. Kamu juga bisa mengukur efektivitas halaman website, email, atau performa iklan dengan metrik CTR ini. Tentunya, data digital semacam ini sangat diperlukan untuk optimasi marketing di masa mendatang.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Membuat CTA yang Efektif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah cara membuat CTA dengan formula yang efektif dengan memperhatikan tiga elemen utamanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><b>Formula 1: Buat Teks (Copywriting) yang Memikat<\/b><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan kata-kata singkat memiliki kekuatan. Teks pada CTA kamu harus dibuat dengan singkat, jelas, dan persuasif.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Gunakan Kata Kerja Aktif: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Mulailah CTA dengan kata kerja perintah yang kuat. Ganti &#8220;Formulir Pendaftaran&#8221; dengan &#8220;Daftarkan Diri Anda Sekarang.&#8221; Ganti &#8220;Produk Kami&#8221; dengan &#8220;Jelajahi Koleksi Kami.&#8221;<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Ciptakan Rasa Urgensi (FOMO): <\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fear of Missing Out<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (FOMO) adalah pendorong psikologis yang kuat. Frasa seperti &#8220;Diskon Berakhir Hari Ini,&#8221; &#8220;Hanya untuk 100 Pendaftar Pertama,&#8221; atau &#8220;Stok Terbatas!&#8221; dapat memotivasi audiens untuk segera bertindak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Tawarkan Nilai yang Jelas:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Beri tahu audiens apa keuntungan yang akan mereka dapatkan. Jangan hanya menulis &#8220;Kirim,&#8221; coba ganti kata tersebut menjadi &#8220;Dapatkan E-book Gratis Saya.&#8221; Pilihan kata ini dapat menyoroti manfaat langsung bagi pengguna.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><b>Formula 2: Desain Visual yang Menonjol<\/b><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mata manusia secara alami akan tertarik pada elemen visual yang menonjol. Kamu bisa menggunakan kombinasi tiga hal berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Psikologi Warna<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Pilih warna tombol yang kontras dengna latar belakang halaman. Kamu bisa gunakan warna-warna cerah seperti oranye, hijau, atau biru yang seringkali efektif karena menciptakan kontras visual yang kuat dan menarik perhatian.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kontras dan Whitespace<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Pastikan ada cukup ruang kosong (whitespace) di sekitar tombol CTA. Hal ini membuat kehadiran tombol tersebut lebih mudah teridentifikasi dan tidak kalah dengan adanya konten lain.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Bentuk dan Ukuran yang Intuitif: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu bisa membuat desain tombol CTA dengan sudut membulat dan bentuk persegi panjang. Ukurannya harus cukup besar agar mudah di klik, terutama pada perangkat mobile, tanpa harus melakukan zoom in.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><b>Formula 3: Penempatan Tombol CTA<\/b><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membuat rangkaian CTA, hal krusial berikutnya adalah menempatkan CTA. Untuk itu, kamu bisa mengadopsi beberapa penempatan CTA berikut ini:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><i>Above the Fold<\/i><\/b><b> (Bagian Atas Halaman):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Tempatkan CTA utama di bagian atas halaman yang langsung terlihat tanpa perlu menggulir (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scroll<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Ini adalah area utama di mana perhatian audiens paling terfokus.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Di Akhir Konten:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Setelah audiens selesai membaca artikel blog atau deskripsi produk, ajak mereka ke tahap selanjutnya. Kamu bisa menempatkan CTA di bagian akhir untuk mengarahkan mereka.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>S<\/b><b><i>ticky Element<\/i><\/b><b> atau <\/b><b><i>Pop-up<\/i><\/b><b>:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> CTA yang &#8220;mengambang&#8221; di sisi layar atau muncul sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pop-up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat menjaga ajakan tetap terlihat saat audiens menggulir halaman.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Contoh CTA (<\/b><b><i>Call To Action<\/i><\/b><b>)<\/b><\/h2>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><a href=\"http:\/\/netflix.com\"><b>Netflix<\/b><\/a><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Netflix menggunakan CTA &#8220;<\/span><b>Get Started<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">&#8221; (Ayo Mulai). Kata ini bersifat ajakan bagi audiens yang ingin mencoba langganan film &amp; series premium secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">on demand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><a href=\"netflix.com\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-19180 size-medium\" src=\"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/1080x1080_2.1-620x383.jpg\" alt=\"apa itu call to action\" width=\"620\" height=\"383\" srcset=\"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/1080x1080_2.1-620x383.jpg 620w, https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/1080x1080_2.1-920x569.jpg 920w, https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/1080x1080_2.1.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 620px) 100vw, 620px\" \/><\/a><\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><b><a href=\"http:\/\/apple.com\">Apple<\/a>\u00a0<\/b><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apple menggunakan CTA \u201c<\/span><b>Selengkapnya\u201d<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> pada bagian produk di website mereka. Tujuan penggunaan CTA ini adalah mengajak audiens untuk melihat lebih detail mengenai spesifikasi dan keunikan dari produk mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><a href=\"apple.com\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-19183 size-large\" src=\"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-06-131302-920x721.png\" alt=\"\" width=\"920\" height=\"721\" srcset=\"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-06-131302-920x721.png 920w, https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-06-131302-620x486.png 620w, https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-06-131302.png 1038w\" sizes=\"(max-width: 920px) 100vw, 920px\" \/><\/a><\/p>\n<h2><b>Kesalahan Umum dalam Membuat Tombol CTA\u00a0<\/b><\/h2>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><b>Pesan yang Ambigu<\/b><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">CTA seperti &#8220;<\/span><b>Klik di Sini<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">&#8221; atau &#8220;<\/span><b>Lanjutkan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">&#8221; tidak memberikan informasi yang jelas tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Gunakan teks yang lebih deskriptif, seperti &#8220;<\/span><b>Unduh Laporan PDF<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.&#8221;<\/span><\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><b>Terlalu Banyak Pilihan<\/b><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menempatkan lima tombol CTA yang berbeda dalam satu halaman justru akan membingungkan audiens (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">analysis paralysis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Lebih baik, kamu fokus pada satu atau dua tujuan utama per halaman.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><b>Desain yang Buruk dan Tidak Responsif<\/b><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">CTA yang sulit dibaca atau diklik di layar ponsel dapat membuat kamu kehilangan banyak potensi konversi. Pastikan desain yang kamu buat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mobile-friendly<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan mudah digunakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Mengukur dan Mengoptimalkan Kinerja CTA Anda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika sudah mengetahui cara membuat CTA yang baik. Maka, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa data dari CTA tersebut dapat terkumpul dan bisa digunakan untuk optimasi selanjutnya dalam kegiatan marketing yang berjalan. Untuk itu, kamu bisa memahami dua metrik utama yang biasanya didapatkan dari tombol CTA.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><i>Click-Through Rate<\/i><\/b> <b>(CTR)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu persentase orang yang mengklik CTA setelah melihatnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><i>Conversion Rate<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu persentase orang yang menyelesaikan tindakan setelah mengklik CTA.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>Untuk lebih detail mengenai pengukuran CTA, kamu bisa melihat tutorial lengkap mendapatkan data konversi lengkap dengan bantuan <a href=\"http:\/\/tagmanager.google.com\">Google Tag Manager<\/a> pada artikel berikut: <a href=\"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/cara-install-google-tag-manager-dengan-mudah-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Panduan Lengkap Cara Install Google Tag Manager (GTM) untuk Pemula 2025<\/strong><\/span><\/a><\/p>\n<h2><b>Kesimpulan<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Call to Action<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih dari sekadar elemen desain. Tugas utama CTA adalah sebagai komponen strategis untuk tujuan tertentu pada digital marketing. Dengan merancang teks yang memikat, desain yang menonjol, dan penempatan yang cerdas, kamu dapat mengubah pengunjung pasif menjadi partisipan aktif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulailah evaluasi CTA di website Anda hari ini. Analisis, uji coba, dan optimalkan. Karena di balik setiap klik tombol CTA yang efektif, ada potensi pelanggan setia yang menanti.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu Call to Action \u2013 Dalam pemasaran digital yang kian kompetitif, mendatangkan audiens ke website, media sosial, sampai melakukan add to cart adalah sebuah marketing goals yang harus bisa dicapai. Namun, untuk mewujudkannya terkadang tidak mudah. Jika kamu sudah memiliki konten yang baik atau produk yang inovatif, tetapi jika audiens tidak mendapat arahan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":19187,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1368,1733,1735,1736,1737],"tags":[1804,1855,1977,1978],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v14.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa itu Call To Action? Kata Singkat yang Bikin Audiens Tertarik!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari apa itu call to action dan fungsinya. Temukan contoh, tips desain, dan cara membuat tulisan CTA yang mampu meningkatkan konversi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/apa-itu-call-to-action-2\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:title\" content=\"Apa itu Call To Action? Kata Singkat yang Bikin Audiens Tertarik!\" \/>\n<meta name=\"twitter:description\" content=\"Pelajari apa itu call to action dan fungsinya. Temukan contoh, tips desain, dan cara membuat tulisan CTA yang mampu meningkatkan konversi.\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/thumbnail1.png\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@makewebeasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@makewebeasy\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19177"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19177"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19177\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20740,"href":"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19177\/revisions\/20740"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19187"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.makewebeasy.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}